preload

Gaya Baru

Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Biaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Biaya. Tampilkan semua postingan

Harga Pokok Pesanan

Published in: Label:

Dalam Menentukan Suatu Harga Pokok dalam Akuntansi Biaya
Ada beberapa metode:
1. Harga Pokok Produksi
2.Harga Pokok Pesanan

Untuk lebih jelas dalam pembahasan Harga Pokok Pesanan,
Bisa download disini gratis

Read More...

Hutang Dagang

Published in: Label:

Hutang Dagang
Hutang dagang atau account payable adalah jumlah uang yang masih harus
dibayarkan kepada pemasok, karena perusahaan melakukan pembelian
barang atau jasa. Salah satu contoh hutang dagang adalah pembelian barang
dagangan atau peralatan kantor secara kredit. Hutang ini tidak memerlukan
surat atau perjanjian tertulis sehingga pelaksanaannya didasarkan atas rasa
saling percaya.

Read More...

Atas dasar jangka waktu manfaatnya, maka biaya digolongkan menjadi :
  1. Pengeluaran Modal / Capital Expenditure
    Yang tergolong dalam pengeluaran ini, adalah biaya-biaya yang menimbulkan manfaat dan manfaat tersebut dapat dinikmati lebih dari satu periode akuntasi (satu tahun).
    Pada saat terjadi pengeluaran modal dicata sebagai harga pokok aktiva dan dibebankan daam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara mengalokasikan sebagian harga pokok aktiva tersebut sebagai penyusutan, amortisasi, atau deflesi.
    Contoh : biaya refarasi mesin cukup besar pada saat pengeluaran dicatat sebagai tambahn harga pokok mesin.
  2. Pengeluaran Penghasilan / Revenue Expenditure
  3. Yang tergolong dalam pengeluaran ini adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam satu periode akuntansi (satu tahun). Pada saat terjadinya pengeluaran, penghasilan tersebut dibebankan sebagai biaya dan diperhitungkan sebagai penghasilan yang diperoleh didalamperiode akuntasi dimana biaya tersebut terjadi. Contoh : Biaya pemeliharaan mesin, baiya gaji bagian penjualan

Read More...

  1. Biaya Tetap / Fixed Cost
    Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tetap tidak terpengaruh oleh jumlah / volume produksi.
    Contoh :
    - Biaya gaji untuk direktur produks
    - Biaya penyusutan mesin
    - Biaya sewa dan asuransi
    Bila digambarkan secara grafik, maka kurva biaya tetap / fixed cost adalah sebagai berikut :

  2. Biaya Variabel / Variable Cost
    Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah tergantung jumlah produksi yang dikeluarkan.
    Contoh :
    - Biaya bahan baku
    - Biaya tenaga kerja
    - Biaya overhead pabrik Bila digambarkan secara grafik, maka kurva biaya variabel / variable cost adalah sebagai berikut :
  3. Biaya Semi Variable / Semi Fixed
    Adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang tetap pada volume produksi tertentu, contoh biaya penelitian, biaya pemeriksaan dan pengawasan produksi .
Apabila kurva biaya tetap dan biaya variabel dihubungkan, maka akan didapat biaya total, sehingga grafiknya sebagai berikut :

Read More...

Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya
  1. Biaya Produksi Langsung
    Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini diperhitungkan dalam harga pokok produksi, biaya ini terdiri dari :
    1. Biaya bahan baku langsung
      Artinya semua bahan baku untuk membentuk barang jadi dan dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok. Biaya ini sifatnya relatif, artinya bagi perusahaan yang satu merupakan biaya bahan baku langsung tetapi bagi perusahaan yang lain belum tentu biaya bahan baku langsung. Contoh biaya bahan baku langsung :
      - Kertas pada perusahaan percetakan
      - Benang pada perusahaan tekstil
      - Tanah liat pada industri gerabah, dll
    2. Biaya tenaga kerja langsung
      Artinya adalah upah untuk pekerja yang secara langsung membuat produk atau jasa, dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produksi. Contoh :
      - Upah tukang membuat bata
      - Upah tukang cetak pada perusahaan percetakan

  2. Biaya Produksi Tak Langsung
    Biaya ini merupakan biaya yang terjadi selain biaya bahan baku langsung dan upah langsung, biaya ini lazim disebut biaya overhead pabrik. Biaya produksi tak langsung dikelompokan menjadi :
    1. Biaya bahan baku penolong
      Artinya biaya bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk jadi yang nilainya relatif kecil.
      Contoh :
      - Benang dan lem pada perusahaan sepatu.
      - Kancing baju pada perusahaan konfeksi
    2. Biaya tenaga kerja tak langsung
      Artinya upah kerja yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses produksi.
      Contoh :
      - Upah mandor pabrik
      - Upah penjaga gedung pabrik
    3. Biaya produksi tak langsung lainnya
      Contoh :
      - Biaya penyusutan mesin
      - Biaya asuransi pabrik
      - Biaya perlengkapan pabrik
      - Biaya servis mesin

Read More...

Pada umumnya pada perusahaan terdapat tiga fungsi pokok yaitu fngsi produksi, fungsi pemasaran serta fungsi administrasi dan umum, maka atas dasar fungsi tersebut biaya digolongkan menjadi :
  1. Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk pada saat proses produksi, contoh biaya bahan baku,biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik (didalamnya terdiri dari, biaya bahan penolong, biaya upah tak langsung, biaya listrik pabrik, gaji mandor, biaya air dan telepon bagian pabrik, dan lain lain selain biaya tenaga kerja dan bahan baku yang terjadi di dalam pabrik).
  2. Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang terjadi berhubungan dengan pengaturan dan koordinasi perusahaan diluar produksi dan pemasaran, misal gaji bagian administrasi dan umum, biaya perlengkapan kantor, biaya listrik dan telepon perusahaan, dan lain-lain.
  3. Biaya pemasaran dan penjualan adalah biaya yang terjadi sehubungan adanya kegiatan penjualan dan pemasaran, misal biaya iklan/promosi, gaji bagian pemasaran, dan lain-lain.
Berdasarkan fungsi pokoknya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut biaya primer (primer cost) sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut biaya konversi (conversition cost), untuk jelasnya perhatikan diagram berikut ini :

Read More...

Penggolongan biaya menurut kriteria ini adalah semua pengeluaran yang menggunkan objek pengeluaran sebagai dasar penggolongannya. yang termasuk biaya menurut kriteria ini yaitu :
  1. Untuk membeli bahan baku disebut biaya bahan baku. Bahan baku antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya pasti berbeda namun dapat dengan jelas diidentifikasi mana yang tergolong bahan baku mana yang bukan, secara sederhana dapat disebutkan jika bahan yang digunakan cukup dominan dalam sebuah produk maka bahan ersebut dianggap sebagai bahan baku, misal pabrik roti dominan menggunakan tepung terigu sebagai bahan roti maka biaya yang dikeluarkan untuk membeli tepung terigu adalah Biaya Bahan Baku atau disingkat BBB .
  2. Untuk membayar tenaga kerja disebut biaya tenaga kerja. Tenaga kerja adalah orang yang bekerja menggunakan tanaga dan pikiran untuk menciptakan sebuah produk, biaya yang digunakan untuk membayar pekerja atas kontribusinya membuat produk maka disebut sebagai Biaya Kenaga Kerja atau disingkat BTK.
  3. Dan terakhir jika diperusahaan menggunakan sumber daya yang lain diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, maka perusahaan mengeluarkan biaya lain-lain yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah biaya bahan baku dan tenaga kerja, untuk membayar biaya lain-lain yang terjadi di pabrik disebut biaya overhead pabrik atau dikenal BOP.
Ketiga komponen biaya inilah yang nantinya jika digabungkan dan dikalkukasikan akan membentuk sebuah harga pokok produk, jika dirumuskan secara sederhana maka :

Harga pokok produk = BBB + BTK + BOP

Read More...

Penggolongan Biaya

Published in: Label:

Pada umunya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang ingin dicapai, dalam akuntansi biaya dikenal Different Cost for Different Purpose.Berdasarkan konsep tersebut, maka biaya digolongkan menurut lima hal berikut ini :

1. Menurut Obyek Pengeluaran.
2. Menurut Fungsi Pokok Dalam Perusahaan
3. Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya
4. Menurut Tingkah Laku Terhadap Perubahan Volume Produksi
5. Menurut Jangka Waktu Manfaatnya

Masing-masing konsep akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Read More...

Didalam akuntansi biaya terdapat dua cara perhitungan akuntansi biaya, demi tercapainya tujuan akuntansi biaya maka cara perhitungan ini mutlak dilakukan terutama untuk pengendalian biaya dan pengambilan keputusan.
Adapun cara perhitungan biaya yang umum dilakukan adalah:



  • Perhitungan biaya sebelum proses produksi dilakukanDalam menghitung biaya produksi sebelum proses produksi dilakukan, biaya produksi ditetapkan berdasarkan pengeluaran yang sudah terjadi di masa lalu sebagai dasar perhitungan, kemudian diperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, misal terjadinya kenaikan harga bahan baku, kenaikan atau penurunan ongkos tenaga kerja, bahkan inflasi atau deflasi turu pula diperhitungkan serta kemungkinan-kemungkinan lainnya. Perhitungan ini berguna untuk menentukan harga pokok produksi.Sebagai contoh perhatikan ilustrasi berikut :
    Pada periode yang akuntansi yang baru (1 jan 2010) perusahaan akan memproduksi barang cetak sebanyak 500.000 eksemplar, berdasarkan pengalaman tahun lalu untuk memproduksi barang cetak dengan jumlah yang sama menghabiskan biaya total sejumah 3.500.000, maka pada 1 jan 2010 untuk memproduksi barang yang sama dengan jumlah yang sama. Maka untuk menentukan biaya produksi 1 jan 2010 adalah dengan melakukan estimasi berdasarkanperiode sebelumnya dengan memperhitungan kemungkinan kenaikan dan penurunan yang akan terjadi, sehingga biaya produksi diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 4.600.000,-

  • * Perhitungan biaya setelah proses produksi dilakukan Berdasarkan cara ini untuk menghitung biaya produksi didasarkan atas pencatatan biaya-biaya yang seungguhnya terjadi sehingga diperoleh jumah
      Dengan menggunakan kedua cara perhitungan tersebut bisa digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan berhasiil melakukan efisiensi atau tidak. Tingkat efisiensi bisa diukur berdasarkan biaya yang dikeluarkan (secara partial) atau berdasarkan seluruh biaya yang dikeluarkan (global), untuk jelasnya perhatikan tabel dibawah ini, dari kasus diatas asumsinya perusahaan telah selesai memproduksi barang cetak sebanyak 500.000 exemplar dengan biaya yang sesungguhnya terjadi sebagaimana tampak padatabel dibawah. Jika dilihat secara partial per jenis biaya perusahaan mengalamai inefisiensi (tidak efisien) pada kelompok biaya overhead pabrik sedangkan pada dua kelomopok biaya sebelumnya (biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja) perusahaan berhasil melakuakan efisiensi. Namun jika dilihat dari total biaya (secara global) maka perusahaan dikatakan telah melakukan efisiensi.

      Read More...

      Sesuai dengan uraian pada arikel-artikel sebelumnya bahwa akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, maka tujuan secara umum adalah menyajikan informasi harga pokok produksi (biaya produksi), sedangkan secara khusus tujuan akuntansi biaya adalah sebagai berikut :

      1. Menyajikan informasi biaya untuk perhitungan harga pokok produksi.
      2. Menyajikan informasi biaya untuk pengendalian biaya.
      3. Menyajikan informasi biaya untuk membantu manajemen dalam pembuatan anggaran dan perencanaan laba.
      4. Menyajikan informasi biaya untuk pengambilan keputusan.
      Tujuan akuntansi biaya menitikberatkan pada masalah bagaimana menentukan harga pokok produk barang yang dibuat baik secara pesanan maupun masal untuk menentukan harga pokok penjualan. Lihat Diagram dibawah ini :

      Read More...

      Metode pengumpulan biaya ditentukan oleh cara berproduksi, pada dasarnya cara berproduksi dibagi dua yaitu atas dasar pesanan dan masal. :
      1. Produksi atas dasar pesanan Pada perusahaan yang berproduksi secara pesanan, cara pengumpulan biaya produksinya menggunakan metode harga pokok pesanan (Job Order Cost). Biaya produksi dikumpulkan untuk tiap jenis pesanan dan harga poko per satuan dihitung sebagai berikut :

        Harga pokok persatuan = Jumlah biaya produksi tiap pesanan
        Jumlah produk yang dipesan
        Contoh :
        Untuk mengerjakan seratus pesanan pakaian olah raga diperlukan biaya sebagai berikut :
        Bahan bahan baku Rp 500.000
        Bahan penolong Rp 75.000
        Tenaga kerja langsung Rp 600.000
        Biaya overhead pabrik Rp 125.000
        Jumlah biaya produksi Rp 1.300.000
        Maka harga pokok satu stel seragam pakaian olah raga dihitung
        = Rp 1.300.000/100 = Rp 13.000 per stel
      2. Produksi atas dasar produksi massa Perusahaan yang ini berproduksi terus menerus selama ada permintaan pasar,artinya ada pesanan atau tidak selama barang yang mereka produksi maka akan terus diproduksi.
        Perusahaan yang berproduksi secara massa di dalam mengumpulkan biaya produksi menggunakan harga pokok proses (process cost method). Dalam metode ini biaya produksi dikumpulkan selama periode tertentu, sedangkan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan pada periode tertentu dihitung dengan rumus sebagai berikut :
        Harga pokok persatuan = Jumlah biaya produksi selama periode tertentu
        Jumlah produk yang dihasilkan selama periode tertentu
        Contoh :
        Perusahan industri yang memproduksi shampo selama bulan janari 2003 telah mengeluarkan biaya produksi sebagai berikut :
        Bahan bahan baku Rp 1.900.000
        Bahan penolong Rp 1.000.000
        Tenaga kerja langsung Rp 2.500.000
        Biaya overhead pabrik Rp 600.000
        Jumlah biaya produksi Rp 6.000.000
        Produk yang dihasilkan selama bulan januari sebanyak 10.000 botol (dianggap tidak ada produk belum selesai), jadi harga pokok per satuan dihitung :
        Rp 6.000.000 / 10.000 = Rp 600.000 
      Sumber :http://akuntansibiaya.web.id/?p=90

        Read More...

        Pengertian Biaya

        Published in: Label:

        Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengucapkan dan mendengan kata biaya, seperti biaya hidup, biaya sekolah, dan biaya lainnya, lantas apa sebenarnya yang disebut biaya itu ?

        Secara sempit (dipandang dari suduk akuntansi) biaya diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Jumlah yang dikorbankan tersebut secara tidak langsung disebut harga pokok dan dicatat dalam neraca sebagai aktiva. Contohnya perusahaan membeli kendaraan operasional, makadari kasus tersebut perusahaan mengorbankan sumber ekonomi yang lain yaitu uang atau aktiva lainnya untuk memperoleh aktiva lain yaitu kendaraan.
        Sedangakan secara luas (dipandang dari seluruh aspek kehidupan) diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang dapat diukur dengan satuan uang baik yang sudah terjadi maupun belum terjadi untuk tujuan tertentu. Contoh perusahaan percetakan buku mencetak 1000 eksemplar buku dengan membeli bahan baku dan bahan penolong menghabiskan Rp 5.000.000, setiap buku yang terjual oleh guru bidang studi akan diberi komisi sebesar 5% dari harga jual. Dari kasus tersebut yang termasuk pengorbanan sumber ekonomi adalah uang, dimana uang tersebut terukur yaitu  sebesar Rp 5.000.000 untuk tujuan tertentu yaitu mencetak buku, dan yang akan terjadi adalah meberi komisi kepada guru yang berhasil menjual buku.

        Sumber :http://akuntansibiaya.web.id/?p=15

        Read More...

        Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan bertujuan untuk menentukan harga pokok produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan bagi manajemen. Untuk memahami konsep akuntansi biaya terlebih dahulu harus memahami konsep dasar akuntansi biaya yang meliputi :

        1. Pengertian biaya dan akuntansi biaya
        2. Hubungan antara akuntansi biaya dengan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
        3. Penggolongan biaya
        4. Tujuan akuntansi biaya
        5. Metode pengumpulan biaya
        6. Sistematika akuntansi biaya

        Sumber :http://akuntansibiaya.web.id/?p=9

        Read More...
        Diberdayakan oleh Blogger.

        About Me

        Foto Saya
        AKUNTANSI
        Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
        all about fun and happy.. it's me :)
        Lihat profil lengkapku

        TOTAL PENGUNJUNG